Judi Online agen judi bola terpercaya entertogel Agen Poker BandarQ Online ituQQ Agen Live Casino Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel - Judi Togel - Togel Online Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino QQ Online Agen Judi Togel - Bandar Togel Online - Judi Lotto - Agen Toto Online Agen Live Casino 338A Online Agen Poker Domino Ceme Online

ISTRIKU MENAWARKAN MEMEK TEMANNYA

Nonton Movie 18+ Online. Tersedia Movie BOKEP & Movie SEMI ...

SELAMAT MENYAKSIKAN :)

ISTRIKU MENAWARKAN MEMEK TEMANNYA

.
Kisah ini terjadi beberapa bulan berselang saat
kami sedang berada dikota B, kota kelahiran istriku,
kebetulan kami mempunyai rumah disana dan saat
itu liburan anak sekolah. Sudah 2 hari kami berada
di kota, hampir seluruh sudut kota kami jelajahi dan
anak anak juga sangat senang menikmati
liburannya dengan mengunjungi berbagai lokasi
wisata di kota berhawa sejuk itu. Saat itu kami
sedang berada disebuah factory outlet ketika
sebuah suara terdengar “Hey……, apa kabar ..?
seorang wanita berusia sedikit diatas istriku tiba
tiba setengah berteriak menegur Anita, “Eh..,
Mira….apa kabar..” jawab istriku yang langsung
menghampiri wanita itu dan mereka berpelukan.
“Pa…ingat kan..ini Mira….” kata istriku “Tentu saja
aku ingat…apa kabar..? “tanyaku menyalaminya
Mira adalah sahabat istriku saat masih kuliah…,
wajahnya khas sunda, tidak terlalu cantik, namun
putih dan bersih, terakhir kami bertemu empat
tahun lalu disuatu pesta di Jakarta, ketika itu ia
datang dengan suaminya.., lupa..aku namanya…
namun suaminya adalah seorang arsitek. Kedua
wanita lalu ngobrol entah apa yang dibicarakan
namun tampak mereka bicara tak putus –
putusnya, bahkan istriku nampaknya lupa kalau ia
sedang belanja, dan akupun melangakah
meninggalkan mereka dan menggandeng anak
anaku meneruskan belanja kami, kubiarkan istriku
melepas kerinduan dengan sahabatnya. Sesaat
kemudian kedua wanita itu menghampiriku dan
Mira pamit mau pulang. “Kasihan…ia sudah
bercerai” kata istriku dimobil “Lho..kok…? tanyaku
”suaminya kawin lagi dengan wanita lain, dan ia
tidak mau dimadu, ya akhirnya mereka cerai…
sudah 3 tahun ia menjanda” panjang lebar istriku
menjelaskan “Lalu…?” tanyaku lagi “Ya sudah…Mira
sekarang membuka butik” jelas Anita Percakapan
berhenti sampai disitu karena anak anak mulai
cerewet minta makan dan kamipun berhenti di
sebuah restoran yang sejak dulu menjadi
langganan kami. “Pa.. Mira kusuruh kesini ya…,
sebelum kita pulang, biar dia nginep disini…” istriku
membuka percakapan sore itu ketika kami sedang
santai di teras rumah kami yang terletak agak
dibagian atas kota “Boleh” jawabku..dan sungguh
…saat itu tidak ada satupun pemikiran yang aneh
aneh melintas di benakku, aku sedang melepas
semua pikirang tentang pekerjaan dan benar benar
bersantai, lagi pula anak anak juga tidak mau
tinggal diam…selalu ribut tidak karuan Anita
mengambil HP nya, setengah jam ia ngobrol
dengan sahabatnya itu, dan menjelang pukul 8,
ketika kami baru saja menyelesaikan makan malam
kami, suara mobil memasuki halaman. “Hai…..” sapa
Mira ketika kami menyambutnya, malam itu ia
nampak segar dengan celana panjang yang
mencetak bentuk pantatnya dan atasan model
sekarang yang agak gombrong itu, namun sampai
saat itu kembali aku belum ‘memikirkan hal itu’
sama sekali.. Istriku segera menarik tangan wanita
itu dan mengajaknya kedalam sementara
pembantu kami membawakan barang bawaannya
masuk rumah. Kebetulan rumah kami agak besar
dan masih memiliki sebuah kamar yang tidak
terpakai, dan kesitulah barang bawaan Mira
diletakan. Malam itu aku masuk kamar duluan,
setelah anak anak tertidur, sementara istriku masih
asyik ngobrol dengan kawannya, dan tak lama
kemudian aku terlelap. Rasa hangat dan geli yang
nikmat menyadarkanku, dan aku tahu kalau mulut
istriku sudah mengulum batang kemaluanku yang
segera berdiri walau aku sendiri masih setengah
sadar, entah kapan celanaku sudah turun sampai
kelutut aku benar benar tak tahu. Sesaat kemudian
tanpa melepaskan mulutnya dari batang
kemaluanku, celanaku sudah terlepas seluruhnya,
dan menyusul baju lainnya. Setelah saling
mencumbu, menjilat dan bergumul, akhirnya
dengan posisi diatas Anita memasukan batang
kemaluanku kedalam vaginanya yang hangat itu
dan mulai bergoyang, mula mula perlahan semakin
lama semakin cepat, sementara mulutnya berdesis
seperti orang kepedasan. “Srrrt…” aku tak tahan
lagi dan melepaskan air maniku duluan dalam
vagina istriku yang masih terus bergoyang
mengejar puncak kenikmatannya, dan akhirnya
beberapa puluh detik kemudian istriku melenguh
dan mendesis desis ketika ia menggapai klimaxnya,
untung …pikirku…telat sedikit saja kemaluanku
sudah melemas dan bisa pusing dia kalau tidak
berhasil mencapai klimaxnya. Tubuh istriku ambruk
diatas tubuhku, dan…plop…..kemaluanku terlepas
dengan sendirinya, kami berciuman dan saling
memeluk, yah…walaupun banyak petualangan kami
namun setiap kali berhubungan sex ……..kami
sangat puas dan nilai keintiman yang ada diantara
kami kalau sedang berdua sangat berbeda
dibanding kalau sedang ‘bertualang’. Kami tidak
banyak bercakap malam itu, capek setelah seharian
berputar putar dan belanja serta nikmatnya sex
yang baru saja kami rasakan membuat kami segera
terlelap dalam selimut….berpelukan telanjang bulat.
Pagi pagi aku sudah terjaga…, melihat istriku masih
tidur.. aku lalu mengenakan celana pendek dan
kaos oblong, masuk kamar mandi yang ada
diadalam kamr, cuci muka…lalu keluar keruang
makan…mencari kopi. Saat melintas dapur kulihat
Mira sedang asyik mengaduk kopi digelas…dan
ketika melihatku nia tersenyum… Mira hanya
mengenakan baju tidur yang agak tipis… dan buah
dadanya yang saat itu tidak menggunakan bra…
membayang jelas…, masih pagi.., baru bangun…….
melihat pemandangan seperti itu…langsung saja
‘adik kecil’ diselangkangan berontak keras…. “Mas…
kopinya suka manis ?” tanya Mira “Lho..kok…mana
pembantu..masa kamu yang bikin ..?” tanyaku
“Kusuruh kepasar….Mira ingin masak kalau boleh…
tanya Anita deh….hobby Mira kan masak..”
jawabnya. Ingin kutanya ‘hobby’ nya yang lain..tapi
mengingat ia teman istriku dan aku belum diberi
tanda oleh istriku aku menjaga lidahku supaya
jangan nakal…. “Jangan terlalu manis..ah….nanti bisa
diabetes…” jawabku, hampir…saja
kulanjutkan…’kalau diabet bisa impoten…rugi …’
tapi kembali kujaga lidah ku.. Siang itu aku
bersantai dikamar sementara istriku dan Mira asyik
memasak…, anak anaku juga asyik dengan urusan
mereka masing – masing dikamarnya
“Hey….makanan sudah siap.”teriak istriku dan
hawa dingin kota Bandung serta suasana yang
nyaman sungguh membuat kami lapar…… Mataku
sempat menelusuri tubuh Mira yang tampak sibuk
mengambilkan nasi, menyipakan lauk pauk dan
dengan tank top ketat, celana jeans yang
dikenakannya mencetak bentuk tubuhnya,
sesungguhnya wanita ini bukan wanita yang akan
kita pikirkan, berusia menjelang pertengahan,
wajahnya biasa saja tidak terlalu cantik, tubuhnya
juga sudah tidak sekencang gadis muda.. namun
kulitnya sangat putih dan bersih, dari wajah serta
penampilannya serta cara bicaranya terlihat jelas
kalau ia bukan ‘petualang’, dan yang agak
‘mengganggu’ pemikiranku adalah sdh 3 tahun
bercerai…’jangan jangan sudah rapat kembali’
Pepes ikan mas, sayur asam, sambal dan ayam
goreng yang nikmat dalam waktu singkat bersih
tandas dan beberapa saat kemudian aku sudah
terbuai dalam mimpi, entah apa yang diperbuat
istriku, sahabatnya dan anak anak sudah tidak
kupedulikan lagi. Setelah mandi sore kami
menyempatkan diri pergi ke mall, beli jagung bakar,
makan malam dan menjelang Pk. 9.00 malam kami
sudah kembali kerumah…anak – anak langsung
masuk kamar dan sesaat kemudian suasana sudah
sepi… Aku sedang membaca dikamar ketika istriku
masuk dan duduk disampingku, dengan wajah
yang berbinar-binar ia berkata “Pa..menurut papa
Mira bagaimana..?” tanyannya tiba tiba.
“Bagaimana apa…”tanyaku “Ah…mama kan melihat
papa memperhatikan Mira, waktu makan siang tadi,
…minat….?” lanjut istriku “Mmmmm bukan gitu” lalu
kusampaikan isi pemikiranku siang tadi dan istriku
mencubitku “buktikan mau ? lubangnya masih ada
atau nggak..? jawab Anita. “Mm……….tapi kan dia
teman mama dan belum tentu memahami gaya
hidup kita” jawabku, langsung saja ada yang terasa
bergerak diantara pahaku…’kalau iya lumayan
kan…’pikirku Sudah terlalu lama istriku mengenal
diriku…kali ini dia yang menjadi ‘pengatur laku’
“sudah..pokoknya papa..nurut saja. ya…nggak rugi
deh…” lalu sambil mencium pipiku ia beranjak
keluar kamar… Aku mencoba kembali ke bacaanku,
namun konsentrasi ku sudah buyar.. Sekitar lima
belas menit kemudian pintu kamar terbuka dan
masuklah istriku serta Mira yang sudah berganti
pakaian dengan daster, wajahnya tampak segar
dengan rambut diikat kebelakang sementara
dadanya tampak menggantung lepas..sayang
daster batik yang dikenakannya agak
tebal..sehingga tidak ada bayangan yang timbul…
“Ngobrol disini saja ya Mir…, pa boleh kan Mira
ngobrol dulu disini ..?,” pembantu belum tidur lagi
nonton TV, dikamar Mira nggak enak, nggak ada
Exhaust Van nya”…, memang terkadang istriku
merokok, terbayang kan kalau asap rokok tidak
dikamar tidak bisa keluar..? “Walau awalnya agak
canggung namun sebentar saja pembicaraan kami
sudah relax, Anita duduk disisiku dan kami duduk
diranjang bersandar santai, sementara Mira duduk
diujung ranjang…., kami ngobrol segala hal sampai
suatu saat istriku bertanya..(aku yakin dia sudah
bertanya sebelumnya…tapi diulangi lagi untuk ku),
“Mir…kalau boleh tahu….kamu kan sudah pisah 3
tahun sama mantan mu…, nah kalau ‘kepingin…itu..’
bagaimana kamu mengatasinya…? tanpa tedeng
aling aling Anita bertanya yang membuat wajah
Mira merah bagi kepiting rebus. “Ya…gitu deh………..,
udah ah….kok nanya in yang begituan sih…….”
jawab Mira tersipu. Tiba tiba Anita bangkit, lalu
mengambil lap top yang biasa kugunakan,
meletakannya dipangkuannya dan…
menyalakannya serta memanggil Mira mendekat…
Aku hanya memperhatikan apa yang dilakukan
istriku…walau aku tahu apa yang ada dipikrannya,
sekejab kemudian terdengar suara Mira berteriak
kecil…”Ih…gila ya kamu……..” sambil melirik
kearahku. Berkali kali terdengar jerit tertahan Mira
saat melihat apa yang tersaji di laptop ku,
ya..kumpulan gambar photo ‘petualangan’ kami…
bermacam occasion yang sudah ku compile dalam
suatu album, ada yang istriku sedang ‘dikeroyok’,
ada yang sedang swinging dengan pasangan lain
dan macam macam lainnya. “Sebentar ya…” kata
Anita yang lalu beranjak ke kamar mandi Mira tidak
menjawab namun matanya terus menatap layar lap
top dengan wajah yang berubah ubah..antara
percaya dan tidak..antara ingin tahu dan
tertarik….ia masih asyik menscroll gambar gambar
itu dan Anita yang sudah kembali duduk
didekatku…tangannya langsung menyusup
kedalam celana pendek yang kukenakan. Istriku
alau merangkul leherku, mencium bibirku..lidah
kami saling bertautan dan tangannya dengan nakal
memainkan kemaluanku yang masih tersimpan
didalam celana pendek yang kukenakan…beberapa
saat kemudian celana yang kukenakan sudah
terlepas… Ketika Anita menengok…ia
terpana….karena saat itu istriku sedang asyik
menjilat dan menghisap batang kemaluanku…dan
ketika istriku melihat bahwa sahabatnya
memperhatikan nya…ia menghentikan gerakannya
dan memberi tanda agar mendekat…. dan entah
sadar atau tidak Mira mendekati kami duduk
disamping tempat tidur. Tiba –tiba istriku menarik
tangan Mira dan meletakannya di batang kemaluan
ku yang sudah mengeras. Tangan yang terasa
dingin bertemu dengan batang kemaluan yang
sangat panas…memberikan sensasi padaku..dan
benar seperti kata istriku……. Mira sudah terlalu
lama tidak menyentuh laki laki…, sesaat kemudian
dua mulut mungil menjadikan batang kemaluanku
sebagai ‘mainan’, saat Mira menghisap kepala
kemaluanku istriku menjilati bijiku dan begitu bolak
balik…kujulurkan tanganku…kutarik Mira agar
merayap keatas dan sesaat kemudian bibirnya
sudah berpagutan dengan bibirku… Ketika
dasternya kulepas..buah dadanya terpampang
jelas…puting susunya lebih besar dari istriku merah
agak kehitaman, kontras dengan kulit putihnya…,
dan walau sdh tidak terlalu padat dan agak turun
sedikit namun asyik juga. Mulutku melumat puting
susu yang sudah mengeras itu dan tanganku
menyusup ke bawah pusarnya…terasa
selangkangan yang lembab agak basah…dengan
bulu bulu yang cukup lebat. Istriku yang mengerti
apa yang kuinginkan, menghentikan gerakannya
menjilati kemaluanku..lalu memberi kesempatan
padaku untuk mengubah posisi. Kubaringkan Mira
telentang..dan kucium bibirnya…lalu perlahan
jilatanku merambat turun…lehernya, pundaknya
dan buah dadanya ganti berganti kujilati dan
kuhisap putingnya sementara ia hanya
memejamkan mata mengerang lirih…. Lidahku
turun terus kebawah…dan ketika sampai di
perutnya ia mulai menggelinjang…kuambil
bantal..kuminta ia mengganjal pinggulnya dan kini
aku mulai konsentrasi pada vagina yang merekah
membasah itu. Dengan kedua tanganku kusibak
bulu bulu di area itu….kubuka vaginanya…dan
lidahku mulai menari nari di klitorisnya…, sesekali
menerobos masuk dan kembali menjilat, menghisap
dan menjilat.. Anita yang rupanya tidak tahan dari
belakang juga ‘menyerang’ku. “Ssshh…..aduh….sdh
nggak tahan……” sesekali kepalaku dijepitnya
dengan pahanya..dan aku mengerti..sudah terlalu
lama ia ‘haus’..maka ketika aku menyudahi
permainan lidahku dan merayap naik ketas
tubuhnya dengan serta merat tangannya
menyambut dan memelukku, dan setelah batang
kemaluanku terarah tepat dengan perlahan mulai
kubenamkan…Mira mengerang…. membuka
pahanya semakin lebar,…setelah kepala
kemaluanku masuk…dengan satu hentakan yang
diiringi desahan keras dari wanita ini kubenamkan
batang kemaluanku hingga habis. Kubiarkan sesaat
kemaluanku terendam dalam vagina yang sangat
hangat namun ‘legit’ itu, memang sih kelebihan
wanita jawa barat umumnya bisa membuat
vaginanya enak..tidak kering agak basah sedikit,
tapi legit..atau mungkin pengaruh suka makan
lalaban?..dan baru kemudian kutarik sedikit…lalu
kubenamkan lagi..demikian berulang – ulang…
sementara Mira memeluk dan kakinya bahkan
melingkari pinggangku… Tiba kurasakan sensasi
lain…wah…….ternyata istriku mengusap dan
memegangi bijiku saat batang kemaluanku
bergerak memompa naik turun di vagina Mira,
bahkan sesat kemudia bukan lagi usapan yang
kurasakan namun …..jilatan….gila…………….rasa
nikmat yang luar biasa menyerangku …………,
batang kemlauanku terbenam dijepit kemaluan Mira
dan lidah Anita menjilati bijiku..sesekali batangku
terjilat saat tertarik keluar….. Aku tahu kalau begini
terus tidak lama lagi pasti tumbang…….. maka, ku
rubah posisi, tanpa melepaskan batang kemaluanku
dari vaginanya , kubalik posisi hingga Mira kini
diatasku, kini aku punya ‘mainan’ tambahan’, buah
dada yang bergoyang dan menggayut diatasku
dengan leluasa kuremas…, sesekali putingnya
kuhisap…, disisi lain istriku juga jadi lebih leluasa
‘menggarap’ kemaluan ku yang sedang menyatu
dalam vagina sahabatnya itu. Mira mulai bergerak
teratur….mungkin terlalu lama tidak merasakan
kemaluan laki laki membuatnya tidak tahan terlalu
lama…..ia naik turun diatasku dengan teratur…
semakin lama semakin cepat..kemaluannya mulai
menghangat…dan aku ‘membantunya’ dengan
menghisap puting susunya…..dan akhirnya dengan
satu teriakan tertahan ia melemparkan kepalanya
kebelakang..mencengkeram pundaku dan
mendesah lirih…”Ah…ssss…………….hhh………….
…..ah……..aduh…..keluar………..” lalu ia ambruk diatas
dadaku. Kucium bibirnya dan dengan perlahan ia
kurebahkan kesamping…, sesungguhnya aku yakin
akalu kuteruskan sedikit lagi ia masih bisa
menggapai satu klimax lagi walau tidak sedahsyat
yang barusan..namun aku juga tahu kalau istriku
sudah menanti.. Kusuruh Anita menungging dan
dari belakang batang kemaluanku yang masih
basah kuyup dangn lendir Mira menerobos
memasuki lubang vagina istriku..yang juga sudah
basah…. Kami sudah mengenal satu dengan lain
sangat baik….maka irama yang berkembang sudah
dalam kontrol kami dan karena desakan di bijiku
sudah sedemikian mendesak…kuberi tanda pada
Anita untuk meningkatkan ‘speed’ dan akhirnya…
srrrrt…..creeet……….air maniku menyembur deras
mengisi vagina istriku sementara istriku juga
mencapai klimax pada saat yang sama dan
mendesah desah keras. Cukup lama kami terdiam
dan berpelukan bertiga dalam keadaan telanjang,
ganti berganti kedua wanita itu mencium bibirku
dan tangan mereka mengelus serta mengusap
ngusap kemaluanku yang masih basah itu…, namun
juga masih susut. Belum terlalu rasanya beristirahat
Mira sudah mulai memainkan kembali mulutnya di
selangkanganku sementara Anita berjongkok diatas
wajahku dan lidahku langsung saja menerobos
masuk ke lubang vaginanya……, vagina istriku
walau sudah banyak yang ‘menikmati’ namun tetap
terawat dan terasa nikmat… juga klitorisnya masih
tetap mungil kemerahan….sekitar lima menit kami
dalam posisi itu sebelum berbalik… kini kembali aku
diatas Mira yang dengan melebarkan kakinya
menerima kemaluanku dan Anita memelukku dari
belakang menjilati leher dan belakang
telingaku..kadang lidahnya turun ke bawah hingga
ke belahan pantatku…. Aku menggenjot Mira yang
terlentang dibawah tubuhku dengan teratur dan
pada irama yang tetap, bibir kami saling bertemu
dalam ciuman yang panas…istriku mengelus dan
mengusap usap bijiku yang memberikan sensasi
nikmat dan seperti tadi…………Mira yang masih haus
itu kembali mencapai klimax
duluan…..”Mas……….ah…….cepet….cepet.. .aduh…………
enaaaak..hhh………” dan setelah seluruh tubuhnya
menegang ia tergolek lemas, aku berhenti sebentar
tanpa mencabut kemaluanku yang masih terbenam
dalam vagina yang berdenyut denyut itu…….dan
semenit kemudian mulai lagi kugerakan maju
mundur secara
teratur….”waw……….geli….ah……..aduhh.. …………”
Mira merintih dan mendesah….namun aku
meneruskan gerakanku dengan cepat mengejar
ejakulasi kedua yang ingin kugapai…dan
“Aduh…….keluar…lagi……ah……” dan istriku juga
semakin giat mengusap dan meremas bijiku dan
ketika aku merasa tak tahan lagi……kucabut
kemaluanku dari vagina Mira dan istriku segera
membuka mulutnya menerima kemaluanku yang
basah penuh lendir itu. Tidak sampai dua menit,
aku setengah menjambak rambutnya menembakan
air maniku dalam mulut Anita yang tanpa ragu
langsung menelannya., Setelah melemas,
kemaluanku dilepas dari mulutnya namun bukan
berarti berhenti karena lidahnya masih terus
menjilati hingga batang kemaluanku bersih dari
cairan. Sekali ini aku perlu waktu setengah jam
untuk dapat ‘bangkit’ kembali…. dan setengah jam
lebih dikocok dalam vagina Anita untuk kemudian
melepaskan isinya yang sudah semakin sedikit
dalam vagina yang sejak awal ‘belum sempat diisi’
air maniku Entah jam berapa Mira kembali ke
kamarnya karena saat aku berada dalam
pelukannya dengan wajahku terbenam diantara
buah dadanya…aku terlelap. Saat terjaga paginya
aku diberi ciuman yang amat manis dari istriku…
sambil berbisik ”Mira bilang terima kasih, punya
papa jauh lebih enak dari mantannya dulu
katanya..” aku hanya tersenyum karena benar
benar merasa ‘habis…..’, terkuras energi dan air
maniku…., Hampir tengah hari baru aku beranjak
dari tempat tidur setelah anak anak ribut tidak
karuan mengajak pergi

Share this post:

Recent Posts