Judi Online agen judi bola terpercaya entertogel Agen Poker BandarQ Online ituQQ Agen Live Casino Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel - Judi Togel - Togel Online Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino QQ Online Agen Judi Togel - Bandar Togel Online - Judi Lotto - Agen Toto Online Agen Live Casino 338A Online Agen Poker Domino Ceme Online

Cerita Seks Tidur Bareng Gadis Bule

Nonton Movie 18+ Online. Tersedia Movie BOKEP & Movie SEMI ...

SELAMAT MENYAKSIKAN :)

Cerita Seks Tidur Bareng Gadis Bule, Ceritaku saat aku kuliah di Canada, kira kira kejadian ini aku alami 5 tahun yang lalu dan baru bisa ceritakan di wadah cerita dewasa ini oleh esexesex.com, saat ini aku sudah mempunyai istri asli Indonesia yaitu tempatnya di Jawa Timur.

Cerita Seks Tidur Bareng ABG Bule

Dulu saat tinggal di Canada semua kebutuhan sekunder semua terpenuhi, aku tinggal di salah satu apartemen dekat town area, kamarnya Cuma satu tapi ruang tamu lumayan besar bisa menampung 15 orang, kadang teman teman kuliahku nginap di apartemenku mereka betah nginep kadang dia bawa sleeping bed sendiri, di apartemenku terdapat fasilitas yang memungkinkan untuk menjadi lebih betah.

Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan.

Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku. Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul.

Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan. Terus satu hari, aku menang lotre $300.

Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara Excuse me, spare some change?

Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya. Duh kasihan banget pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.

Ini, silakan, aku bilang. Terima kasih Mas, kata gadis yang memegang uang. Terima kasih kembali kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati.

Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main, gimana kalau aku undang saja tu cewek.

Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonalds, sambil megang kantong buat memesan makanan.

Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong? sambil tertawa. Aku senyum saja Oke, Nich beli aja.

Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Emily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Kayla. Emily berumur 17 dan Kayla berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike.

Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Kayla. Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap.

Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga. Sesampai di apartemenku, mereka ber wah.., wah.., wah. Aku dimintai handuk buat mandi.

Ternyata mereka nggak pakai baju tebal-tebal banget. Si Emily cuma memakai t-shirt Marilyn Manson, sweater gap yang kotor dan jaket kulit, dan Kayla memakai lebih tebal, mungkin karena diberi sama Emily.

Dua-duanya memang cakep sih, kulitnya putih banget (habis orang putih sih), nggak tinggi banget, kira-kira 160 cm. Emily berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Kayla berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak.

Aku beri 2 pasang t-shirtku dan beberapa celana pendek milik bekas pacarku. Mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan aku cuek-cuek saja, habis adik-kakak. Aku siapkan hot chocolate dan cookies.

Sehabis mereka keluar dari kamar mandi, waduh, cantiknya mereka berdua minus make-up tebal, ikat rambut, dan garis-garis hitam di muka. Seperti mimpi degh. Belum pernah aku melihat kecantikan semacam itu.

Mungkin di majalah, dan film, tapi mereka ada didepanku. Emily memakai t-shirt GAP-ku yang berwarna putih, tanpa bra, karna aku bisa melihat putingnya yang pink dengan jelas. Kayla memakai t-shirt Planet Hollywoodku yang berwarna putih juga dan without bra.

Setelah itu kita ngobrol-ngobrol sambil minum hot choco. Kayla orangnya pendiam, tapi senyum terus. Kalau Emily agak energetic dan bawel. Sewaktu kita ngobrol-ngobrol, si Kayla berdiri dan berjalan menuju kulkas.

Mau Minum Champagne? tanyanya. Boleh, kataku, Tapi.., kamu kan masih anak-anak kataku sambil tertawa karena aku pikir si Kayla cuma bercanda. Dia buka botol champagne tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawa buat kakaknya, Emily.

Gile, dikirain becanda pikirku. Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin untuk tidur, tapi dipaksa temenin ngobrol. Aku suruh nonton TV saja, tapi mereka tidak mau.

Kelihatannya sih dua-duanyavjuga sudah agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau. Terus aku suruh mereka tidur di kamarku yang queen-sized bed, dan aku tidur di sofa.

Mereka menarikku untuk tidur dengan mereka. Waduh, rezeki, pikirku. Aku ikut saja, tiba-tiba mabuk dan puyengku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan score dengan mereka berdua.

Kita tiduran di ranjangku, terus aku memeluk Emily karena dia lebih deket dengan tanganku. Aku menciumnya dan dibalas juga ciumanku. Tanganku bekerja dari rambutnya, leher, sampai payudaranya yang lumayan besar buat anak 17 tahun.

Kulepas T-shirtnya dengan cepat karna sudah napsu banget Lama tidak dapat! Kusedot-sedot dengan kencang puting susunya, dan Emily merintih rintih Aku melirik ke arah Kayla, ternyata dia berbaring sambil nontonin kita.

Aku cuek saja dan nerusin plorotin celana dan celana dalam Emily. Bulu kemaluannyamasih jarang-jarang dan berwarna pirang juga. Hmm.., lezat, sudah lama nggak dapat nih, pikirku sambil memainkan lidahku di liang kenikmatannya yang sudah merah.

Kumainkan lidahku di clitorisnya dengan cepat, dan Emily merintih rintih. Rintihannya semakin membuatku buas. Aku keluarkan teknik cunnilingus yang diajari teman jepangku, teknik meminum air.

Emily meraung raung seperti orang kesetanan, tangannya menjambak rambutku dan pinggangnya naik turun. Setelah dia beberapa kali orgasme, aku cium seluruh tubuhnya sampai bibirnya. Terus dia berkata do my sister Aku melihat ke arah Kayla dan dia sudah telanjang dan bermain dengan klitorisnya.

Aku cium dan sedot payudaranya yang masih belum matang (maklum 14 tahun), dengan putingnya yang pink. Kayla menggigit bibir bawahnya, menahan rasa ekstasi. Pelan-pelan kucium seluruh tubuhnya sampai ke arah liang kewanitaannya.

Wah, merah dan rapet banget! rezeki besar. Kumainkan lidahku di liang kewanitaannya, bermain di clitorisnya. Kayla merintih-rintih. Aku keluarkan tehnik meminum airku sampai Kayla orgasme dua kali juga.

Kemudian aku berbaring dan kakak-adik itu menciumi seluruh tubuhku. Aduh, aku merasa duniaku akan hancur, saking enaknya. Sampai mereka lepas celana boxerku dan bermain dengan penis dan bolaku. penisku nggak besar-besar banget sih, normal buat orang bule! he.., he.., he.., he.., kira-kira 7 inchi, tebal dan berurat.

Mereka berdua berebut penisku, dan akhirnya aku menarik Kayla buat duduk di mukaku. Kayla membuka kakinya dimukaku dan aku bagai disurga! setelah Kayla orgasme lagi, aku tidurkan dia di sampingku, dan aku suruh Emily untuk naik menunggangiku.

Dengan pelan-pelan, Emily naik memasukkan penisku ke liang kenikmatannya dengan susah. Setelah kusuruh dia membasahi penisku dengan ludahnya, akhirnya amblas juga penisku. Setelah masuk penisku semuanya, pelan-pelan aku naik turun dan bergerak memutar, sambil memijat-mijat payudara Emily yang tegak dan kenyal.

Aku pelukEmily sambil menghunjam penisku dengan cepat. Emily berteriak teriak keenakan sambil cursing. Kusuruh dia berbalik, punggungnya menghadap dadaku. My favorite position. Aku naik turun dengan cepat juga sambil aku menyuruh Emily untuk menggoyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya.

Entah berapa kali aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku dan Emily berteriak, Aahh fuck shit! Saya rasa dia orgasme sampai 3 kali! Aku jilat cairan kewanitaannya sampai bersih, terus pindah ke Kayla.

Aku jilat dan basahi lagi liang kewanitaannya yang masih merah dan berdenyut-denyut. Aku coba untuk memasukkan penisku tapi liang senggama Kayla masih kecil banget. Aku naik ke mulut Kayla dan menyuruh buat mengisap dan membasahi penisku.

Dengan mata tertutup setengah sadar, dia melakukannya. Setelah cukup basah, aku coba lagi. Sempit banget! tapi senti demi senti masuk semuanya juga Kayla meraung-raung kesakitan. Aku goyang pelan-pelan, sambil menyedot puting susunya yang masih pink dan muda banget, missionary style.

Terus aku menyuruhnya berbalik, doggie style, tanpa melepas penisku dari liang kewanitaannya. Aku dorong-dorong, memutar, naik turun seperti rodeo, sambil memeluk tubuh Kayla yang meronta-ronta seperti ikan kehabisan air aku cium rambutnya, menggigit gigit pelan bahunya dan memainkan jari-jariku di kelentitnya.

Sekitar 20 menit kemudian, setelah beberapa gaya dan setelah Kayla orgasme untuk ke entah berapa kalinya, aku keluar juga. Aku tiduri mereka berdua side by side dan memuncratkan spermaku ke muka mereka.

Sehabis itu kita tidur, tapi aku belum puas juga dengan Kayla yang liang kenikmatannya sangat rapat. Dengan posisi 69 aku bermain dengan liang surganya, entah sampai berapa lama. Besoknya, di meja makan, kita ketawa-tawa dan bercanda-canda.

Tapi malamnya, mereka bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Ternyata mereka di perkosa oleh pacar ibu mereka, dan mereka lari dari rumah. Selama 5 hari penuh berpesta seks, aku akhirnya menyuruh mereka untuk telepon pulang.

Setelah lama aku bujuk, akhirnya mereka telepon pulang. Ibu mereka khawatir sekali dan ingin mereka pulang segera.

Share this post:

Recent Posts